Mioma Uteri, Penyakit Miom Rahim yang Sebenarnya Tidak Terlalu Berbahaya

Mioma Uteri, Penyakit Miom Rahim yang Sebenarnya Tidak Terlalu Berbahaya

Selamat datang dan selamat berkunjung kembali di website Obat Herbal Miom yang dimana kami selalu berbagi informasi mengenai kesehatan terutama untuk penyakit miom. Nah, Untuk kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai “Mioma Uteri, Penyakit Miom Rahim yang Sebenarnya Tak Terlalu Berbahaya”. Selamat membaca 🙂

Mioma Uteri, Penyakit Miom Rahim yang Sebenarnya Tak Terlalu Berbahaya

Salah satu kekhawatiran yang dirasakan para wanita adalah kecuali berlangsung problem kebugaran di area rahim mereka. Ketakutan ini tambah menjadi-jadi kecuali ternyata diri mereka terlalu miliki problem di rahim. Itulah yang mungkin dialami banyak wanita penderita mioma uteri.

Penyakit miom ini bukan suatu hal yang aneh lagi bagi wanita, lebih-lebih diperkirakan sekitar 75 % wanita dulu miliki miom. Tapi tetap saja, siapa pun yang diberitahu dokter bahwa mereka miliki ini di rahim tentu bakal mulai tidak tenang.

Mioma uteri adalah perkembangan di dalam rahim yang sering nampak selama jaman subur seorang wanita. Miom bukanlah kanker dan tidak terkait bersama dengan peningkatan risiko kanker rahim, lebih-lebih nyaris tidak dulu tersedia kasus miom uteri yang berkembang menjadi kanker.

Miom tumbuh dalam banyak ragam wujud dan ukuran, mulai berasal dari seukuran bibit yang tidak terdeteksi oleh mata manusia, sampai berukuran massa besar yang mampu merubah dan jadi besar wujud rahim.

Anda mampu mengembangkan satu miom saja atau lebih dari satu di dalam rahim. Dalam kasus-kasus yang ekstrim, perkembangan lebih dari satu miom mampu jadi besar rahim sampai mencapai tulang rusuk.

Gejala-Gejala Mioma Uteri

Meskipun banyak sekali wanita yang memiliki miom uteri, tapi sebagian besar dari mereka sama sekali tidak tahu karena sering kali miom tidak menimbulkan gejala apa-apa. Sebab itu cukup banyak dokter yang mengetahui keberadaan miom secara tidak sengaja ketika melakukan pemeriksaan pelvis atau USG rahim sebelum kehamilan.

Tapi kadang-kadang muncul gejala mioma uteri, yang bergantung pada lokasi pertumbuhannya, ukuran, serta jumlah miom yang tumbuh. Jika timbul gejala, maka yang paling sering dirasakan antara lain adalah:

  • Perdarahan menstruasi berat
  • Periode menstruasi berlangsung lebih dari seminggu
  • Tekanan atau nyeri di panggul
  • Sering buang air kecil
  • Kandung kemih tidak terasa kosong meski sudah buang air kecil
  • Sembelit
  • Nyeri di punggung atau kaki

Adakalanya, walaupun jarang terjadi, penyakit miom dapat menyebabkan rasa sakit mendadak ketika dia kekurangan suplai darah, dan mulai mati.

Penyakit miom secara umum dikategorikan berdasarkan lokasi pertumbuhannya. Miom (fibroid) intramural tumbuh di dalam dinding otot rahim. Miom (fibroid) submukosal tumbuh menonjol ke dalam rongga rahim. Miom (fibroid) subserosal tumbuh ke arah bagian luar rahim.

Penyebab Mioma Uteri

Sampai selagi ini para dokter belum bisa menegaskan penyebab penyakit miom, tetapi sejumlah penelitian dan pengalaman klinis menyatakan tersedia sebagian faktor penyebab miom, antara lain:

  • Perubahan genetik. Banyak miom mempunyai kandungan perubahan pada gen yang membedakannya dengan sel-sel otot rahim normal.
  • Hormon. Estrogen dan progesteron, dua hormon yang menstimulasi pertumbuhan dinding rahim di tiap-tiap siklus menstruasi sebagai persiapan untuk kehamilan, tampaknya bisa membawa dampak pertumbuhan miom. Miom mempunyai kandungan lebih banyak penerima estrogen dan progesteron daripada sel-sel otot rahim normal. Miom termasuk condong berkurang sesudah menopause dikarenakan penurunan memproses hormon.
  • Faktor pertumbuhan lain. Zat-zat yang menunjang tubuh mempertahankan jaringannya, bila faktor pertumbuhan mirip insulin, bisa merubah pertumbuhan miom.

Para dokter yakin bahwa mioma uteri berkembang berasal dari sebuah sel induk di dalam jaringan otot halus rahim (miometrium). Satu sel tersebut kemudian membagi diri berulang kali, dan pada akhirnya menciptakan sebuah massa elastis yang keras dan tidak sama berasal dari jaringan sekitarnya.

Pola pertumbuhan berasal dari mioma uteri bisa bervariasi—mereka barangkali tumbuh secara perlahan atau cepat, atau mereka barangkali tidak makin tambah besar berasal dari selagi ke waktu. Beberapa miom mengalami lonjakan pertumbuhan, dan sebagian barangkali berkurang sendiri.

Banyak miom yang tumbuh sepanjang era kehamilan pada akhirnya berkurang atau menghilang sesudah melahirkan, dikarenakan ukuran rahim lagi ke ukuran normal.

Faktor Risiko Berkembangnya Miom

Ada sejumlah faktor risiko yang diketahui dapat memicu pertumbuhan mioma uteri. Yang terutama adalah jika Anda seorang wanita yang sedang dalam usia reproduktif (masa subur). Beberapa faktor lain yang bisa memengaruhi perkembangan penyakit miom yaitu:

  • Keturunan. Kalau ibu atau saudara perempuan Anda memiliki miom, Anda juga berisiko mengembangkannya.
  • Lingkungan. Menstruasi yang mulai di usia dini; penggunaan alat KB; kegemukan; kekurangan vitamin D; pola makan banyak daging tapi kurang makan sayur, buah, dan susu; minum alkohol; tampaknya meningkatkan risiko berkembangnya miom.

Pemeriksaan Mioma Uteri

Mioma uteri kerap kali diketahui secara tidak sengaja sepanjang pengecekan pelvis rutin. Dokter kemungkinan merasakan tersedia yang janggal dengan wujud berasal dari rahim, agar menduga terdapatnya perkembangan miom di sana. Dan kecuali Anda mengalami gejala-gejala penyakit miom layaknya yang dijelaskan di atas, dokter kemungkinan dapat lakukan pengecekan berikut:

  • USG. Pemeriksaan ini manfaatkan gelombang nada untuk beroleh gambaran di dalam rahim.
  • Pemeriksaan lab. Jika Anda mengalami perdarahan menstruasi yang tidak wajar, dokter kemungkinan dapat lakukan pengecekan untuk menginvestigasi penyebabnya. Pemeriksaan ini kemungkinan mencakup penghitungan kuantitas darah lengkap, untuk mengetahui apakah Anda menderita anemia gara-gara kehilangan banyak darah. Juga tes darah lainnya untuk melacak mengetahui apakah tersedia masalah perdarahan atau masalah tiroid yang jadi penyebabnya.
  • MRI. Pemeriksaan ini manfaatkan gelombang magnetik untuk lihat ukuran dan juga wilayah miom.
  • Histerosonografi. Menggunakan garam steril untuk memperluas rongga rahim, agar memudahkan sistem pengambilan gambar miom submukosal dan endometrium.
  • Histerosalpingografi. Menggunakan pewarna untuk menyoroti rongga rahim dan saluran tuba terhadap gambar sinar-X.
  • Histeroskopi. Dokter memasukkan teleskop kecil yang diberi lampu (histeroskop) lewat serviks ke dalam rahim. Dokter lantas menyuntikkan garam ke dalam rahim, memperluar rongga rahim, agar dokter mampu memeriksa dinding rahim dan bukaan saluran tuba.

Jika ditemukan terdapatnya perkembangan miom di dalam rahim, ingatlah bahwa penyakit miom bukanlah kanker yang berbahaya. Mioma uteri jarang sekali mengganggu sistem kehamilan. Dan mereka biasanya bertumbuh secara perlahan—bahkan tersedia yang mirip sekali tidak bertumbuh—dan condong berkurang setelah lewat menopause, disaat takaran hormon reproduksi menurun drastis.

Bicarakan dengan dokter dan keluarga Anda perihal langkah terbaik untuk menanggulangi penyakit miom ini. Jika tidak tersedia tanda-tanda atau cuma tersedia sedikit keluhan yang mampu diabaikan, kadang-kadang pilihan terbaik adalah untuk tunggu dan juga memantau perkembangannya. Jika miom tetap bertumbuh atau makin lama banyak, kemungkinan Anda mesti meniti pengobatan intensif untuk menghalau atau menghambatnya.

Beberapa orang menentukan untuk meniti kombinasi pada pemanfaatan obat medis dan juga obat herbal untuk menghalau dan memperlambat perkembangan miom.

Itulah artikel tentang “Mioma Uteri, Penyakit Miom Rahim yang Sebenarnya Tak Terlalu Berbahaya” yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga apa yang telah kami sampaikan dapat bermanfaat dan berguna sehingga dapat menambah wawasan anda mengenai penyakit miom.

Baca Juga :

Berbagai Jenis Tumor Jinak Berdasarkan Letaknya

Sebelum Terlambat, Kenali dan Waspadai Gejala Miom

Kenali Gejala Miom Pada Rahim yang Harus Anda Waspadai

Post by : Aisyah – Kesehatan – Rabu, 24 januari 2018 16:20:50

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *